CARA BUDIDAYA TANAMAN ASAM BELANDA (asem londo)

ASAM BELANDA
Family LEGUMINOSAE

Deskripsi

Kandungan Polongnya yang segar terdiri atas 25% kulit, 50% aril, dan 25% biji. Tiap 100 gram aril mengandung 75,8-77,8 g air, 2,3-3 g protein, 0,4-0,5 .g lemak, 18,2-19,6 g karbohidrat, 1,1-1,2 g serat, 0,6-0,7 g abu, 13 mg kalsium, 42 mg fosfor, 0,5 mg besi, 19 mg natrium, 20,2 mg kalium, 25 I.U. vit. A, 0,24 mg tiamin, 0,1 mg riboflavin, 0,6 mg niasin, dan 133 mg vitamin C. Nilai energinya 330 kJ/100 g. Botani Berperawakan perdu atau pohon kecil, tingginya sampai 10 m, dengan ranting membulat dan tidak berbulu, dilengkapi dengan duri penumpu yang lurus dan berpasangan, panjangnya 4-10 cm. Daunnya majemuk bersirip ganda mendadak dengan hanya satu pasang anak daun, rakisnya 1-2,5 cm panjangnya; tangkai anak daun beserta rakis panjangnya mencapai 7,5 mm, diakhiri oleh duri penumpu yang kecil; setiap pasang sirip memiliki dua anak daun yang berhadapan, tak bertangkai dan berbentuk bundar telur tidak simetris, berukuran (1,5-3,5) cm x (1-2) cm, tidak berbulu. Perbungaan bertipe malai terminal, berbulu halus, panjangnya mencapai 10 cm; gagang perbungaan itu panjangnya 1-2 cm, menyangga bongkol bulat yang berisi 1520 bunga yang berwarna keputih-putihan; daun kelopak dan daun mahkota berbentuk tabung, panjangnya masing-masing 1,5 mm dan 3, 5 mm; tangkai sarinya berwarna putih. Buahnya (polong) memipih, berbentuk lonjong-memita tetapi menggulung, lebarnya 1 cm, berdaging menjangat, berwarna coklat kemerahan. Bijinya memipih, berbentuk bulat telur sungsang tidak simetris, berukuran 9 mm x 7 mm x 2 mm, berwarna kehitam-hitaman, dengan aril yang tebal, seperti spon, agak kering. Pohon yang ditumbuhkan dari benih memerlukan waktu 5-8 tahun untuk mulai menghasilkan buah. Di Filipina, asam belanda berbunga dari bulan Oktober sampai November dan banyak sekali buah yang matang antara bulan Januari dan Februari; di Jawa Barat, jenis ini berbunga antara bulan April dan Juni dan polong matang 2-3 bulan kemudian, dari bulan Juni sampai Agustus.

Manfaat

Arilnya dapat dimakan dalam keadaan segar; berasa kelat, tetapi pada klonklon terseleksi di Filipina arilnya manis dan agak kering serta menepung. Minyak bijinya juga dapat dimakan, sedangkan tepung bijinya digunakan sebagai pakan ternak. Daunnya jika digunakan sebagai plester dapat menghilangkan rasa sakit pada lukaluka penyakit menular, dan dapat menyembuhkan penyakit sawan, serta jika dicampur garam dapat menyembuhkan gangguan pencernaan, tetapi dapat pula menyebabkan keguguran. Kulit akarnya mungkin dapat digunakan untuk mengobati disentri. Tanin (yang biasa digunakan untuk melunakkan kulit) dapat diekstrak dari kulit batang, biji, dan daun; kulit batangnya juga digunakan untuk pewarna jala ikan. Jenis ini merupakan tanaman tepi jalan yang umum di Indonesia, terutama di kotakota, yang dipangkas menjadi tanaman hias yang indah di tepi jalan raya. Pohon asam belanda ini baik juga sebagai pagar hidup, walaupun tidak sepenuhnya anti-kambing, sebab tunas-tunas mudanya dapat dijadikan pakan ternak. Seringnya pemangkasan tidak memungkinkan terjadinya pembungaan dan pembuahan pada tanaman tepi jalan dan tanaman pagar. Mutan yang daunnya berwarnawarni digunakan sebagai tanaman hias pot.

Syarat Tumbuh

tidak menuntut kebutuhan iklim yang tepat, dan dapat tumbuh baik di dataran rendah dan sedang di daerah-daerah basah dan kering dengan cahaya matahari penuh. Meskipun tanah yang sistem pengaliran airnya baik adalah paling cocok, tanaman ini dapat tumbuh dengan baik juga pada tanah berlempung berat.

Pedoman Budidaya

Biasanya diperbanyak dengan benih, yang memerlukan waktu sekitar 2 minggu untuk berkecambah. Akan tetapi, pohon yang unggul sebaiknya diperbanyak secara vegetatif dengan pencangkokan, penyambungan, atau penempelan.

Pemeliharaan

Setelah ditanam di lapangan, pohon tidak perlu memperoleh perlakuan lain selain pemangkasan berkala.

Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit tampaknya tidak merupakan masalah yang serius.

Panen dan Pasca Panen

Polong biasanya dipetik dengan jalan memanjat pohonnya atau menggunakan galah bambu yang panjang. Jika matang, buah akan pecah pada kampuh sebelah bawah dan menampakkan arilnya. Untuk alasan inilah mengapa buah tidak dapat disimpan lama dan harus dimakan dalam beberapa hari saja.

LihatTutupKomentar